Rabu, 14 Januari 2015

Liesl & Po

Author: Lauren Oliver
Format: Hardcover, 307 pages
Publisher: HarperCollins (October 4th 2011)
Indonesian Publisher: Mizan Fantasy, 320 pages (April 2013)
Rating: 5 out of 5

Synopsis:
Liesl lives in a tiny attic bedroom, locked away by her cruel stepmother. Her only friends are the shadows and the mice, until one night a ghost appears from the darkness. It is Po, who comes from the Other Side. Both Liesl and Po are lonely, but together they are less alone.
That same night, an alchemist's apprentice, Will, bungles an important delivery. He accidentally switches a box containing the most powerful magic in the world with one containing something decidedly less remarkable.
Will's mistake has tremendous consequences for Liesl and Po, and it draws the three of them together on an extraordinary journey.
From New York Times bestselling author Lauren Oliver comes a luminous and magnificent novel that glows with rare magic, ghostly wonders, and a true friendship that lights even the darkest of places (https://www.goodreads.com/book/show/10425811-liesl-po?ac=1).


Review:
TIMELESS AND MAGICAL

This book is amazing, the illustrations are stunning, and the whole plot is unpredictable. One of my favorite children books ever. I cried many times while reading this book. It's heart-warming and funny at the same time. Made me missed my childhood and the adventures. Liesl is a strong little girl with all the difficulties come to her life. Neither has mother nor father and lives with her wicked step mother who locks her in the attic room in her own house. However, being friends with a ghost and his ghost cat-and-dog-alike pet (Po and Bundle), and Will (an Alchemist's student) makes her stronger. Together they take a long journey to bury Liesl father's ashes beside her mother's grave under a willow tree. The ending was very sad when Liesl has to be separated (again) with her father's spirit, Po, and Bundle. And the writer's note behind the book was.... very true.

“. . . Liesl & Po is the embodiment of what writing has always been for me at its purest and most basic - not a paycheck, certainly; not an idea, even; and not an escape. Actually, it is the opposite of an escape; it is a way back in, a way to enter and make sense of a world that occasionally seems harsh and terrible and mystifying, 
And, of course, it is a way of finding a happy ending - even, or especially, when the happy ending is denied me in real life. Let it be an escape for its readers. For me, it is a way of not letting go.”

I usually don't like horror genre, but the ghosts here are very adorable and nice, not frightening at all. This book is recommended to.... EVERYONE who loves children books. Salute to miss Oliver!!

Selasa, 13 Januari 2015

Ally - All These Lives

Pengarang: Arleen A.
Format: Paperback, 264 hal.
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (Januari 2015)

Novel karya Arleen A. ini berkisah tentang seorang anak perempuan bernama Ally yang merasa memiliki kelainan. Saya mengatakan merasa karena hanya dia sendiri yang menyadarinya, sedangkan orang lain di sekitarnya tidak bisa menjelaskan keadaan tersebut, termasuk kedua orang tuanya. Ally pertama kali merasakan keanehan pada usia 10 tahun, dimana dia masih menjadi anak tunggal. Tetapi, hanya dalam beberapa menit segalanya berubah, dia tiba-tiba telah memiliki seorang adik berusia sekitar 5 tahun bernama Albert. Seolah-olah dirinya telah melewati beberapa tahun ke depan tanpa menyadarinya, seperti memasuki mesin waktu (kalau hal tersebut benar-benar ada). Orang tuanya yang merasa panik membawa Ally ke beberapa psikiater, namun tidak ada satupun dari mereka yang dapat menjelaskan keadaan Ally.

Kemudian pada saat Ally sudah bisa menerima keberadaan adik (tiba-tiba)nya, perubahan kedua terjadi. Saat itu Ally sudah duduk di bangku SMA. Setelah melewati fase seperti yang dialaminya pada perubahan pertama (yaitu seperti ada semut yang berjalan di tubuhnya), dia kembali harus menerima kenyataan aneh. Adiknya ternyata sudah meninggal dunia. Keadaan ini kembali mengejutkan Ally.

Dari dua chapter pertama yang saya baca, saya menarik kesimpulan bahwa novel ini akan menjadi karya yang hebat. Saya terlalu penasaran tentang kelanjutan ceritanya, serta detail-detail tentang kelainan yang dimiliki oleh Ally. Apakah itu hanya perasaannya, alam bawah sadarnya, atau dia memang memiliki penyakit yang belum teridentifikasi. Akan tetapi, ada beberapa hal yang membuat saya bertanya-tanya: 1) Apakah Ally - All These Lives adalah novel karya pengarang Indonesia? Kalau iya, berarti ini adalah novel karya anak bangsa pertama yang benar-benar saya nikmati karena sangat berbeda dari novel Indonesia kebanyakan. Gaya penulisannya juga sangat menarik dan profesional. Saya sudah pernah mencari di Google perihal novel ini dan berharap bahwa ini adalah novel terbitan luar negeri yang akan diterjemahkan oleh Gramedia. Dengan begitu saya bisa menuntaskan rasa penasaran saya akan kisah Ally selanjutnya. Tetapi satu-satunya informasi yang saya temukan adalah ringkasan cerita, harga buku, dan tanggal terbit dari website Gramedia. 2) Di mana novel ini mengambil latar? Karena dari yang saya baca kotanya bernama Mountain View dan sangat jelas kalau bukan berlatar di Indonesia.

Kalaupun saya tidak memenangkan satu buku bertandatangan pengarang, saya tetap akan membeli sendiri di Gramedia pada hari pertama rilis karena buku ini memang layak ditunggu dan dimiliki ^_^.